MCK dan Masa Depan Anak-Anak

Oleh ENTON SUPRIYATNA. Pelayan Keluarga Pra-Sejahtera Odesa

Sanitasi adalah masalah mendasar. Warga harus mendapatkan pemenuhan, terutama perempuan dan anak-anak.

Salah satu kesulitan Odesa Indonesia dalam membangun fasilitas MCK (Mandi, Cuci dan Kakus) umum di pelosok Cimenyan adalah ketiadaan lahan yang siap bangun. Beberapa kasus menunjukkan, betapa susahnya mendapatkan lahan yang secara sukarela bisa digunakan untuk MCK umum. Ukurannya sih tidak terlalu luas sekitar 12 meter persegi.

Pada kasus yang lain, di sebuah kampung ada lahan yang bisa dibeli dengan harga terjangkau. Namun ternyata kepemilikannya kacau balau. Dokumen tanahnya juga tidak jelas. Padahal tempatnya strategis untuk membangun MCK komunal. Kami tidak ingin berisiko dengan membeli lahan yang berpotensi menimbulkan konflik.

Oleh karena itu, beberapa rencana untuk membangun fasilitas MCK tidak bisa segera dieksekusi. Kasus-kasus di atas juga memberi tahu kepada kita, kegiatan untuk kepentingan warga belum sepenuhnya disambut dengan sikap yang partisipatif. Tentu ini juga menjadi pekerjaan rumah yang dengan telaten harus diselesaikan.

Pada dasarnya warga di pelosok itu, siap untuk bergotong royong. Hanya saja, berdasarkan pengamatan langsung, tidak ada tokoh yang menjadi pelopor untuk menggerakkan. Padahal faktor kepemimpinan lokal penting hadir untuk menyelesaikan persoalan-persoalan setempat.

Jika pun tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi warganya, setidaknya pemimpin lokal bisa mengkomunikasikan dengan baik urusan-urusan mereka. Inilah juga yang menjadi pekerjaan rumah lainnya untuk dituntaskan. Tidak mudah memang, dan membutuhkan waktu yang cukup. Namun tentu bukan sesuatu yang mustahil dilakukan.

Kita tidak berbicara satu atau dua tahun ke depan. Kita berbicara untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan. Ketika anak-anak yang sekarang rajin kursus di sekolah Sabtu-Minggu, telah tumbuh menjadi “manusia-manusia baru”. Ketika mereka yang kita kirim bersekolah jauh ke luar kota, telah kembali lagi membangun kampung halamannya.

Ibarat menanam pohon, mungkin buah atau batang kayunya tidak bisa segera kita nikmati hari ini, esok atau lusa. Tapi kelak, di kemudian hari, pada suatu waktu yang tepat. Kita berharap, anak-anak ini nanti menjadi tokoh-tokoh penting di desanya. Insya Allah. Mungkin setelah kami tidak ada, setelah kami pergi jauh.***

Membangun MCK mengurangi kesengsaraan warga

Lihat Video Ini. Mereka Membutuhkan MCK Kampung Kumuh Kekurangan Air Bersih

3 tanggapan untuk “MCK dan Masa Depan Anak-Anak

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: