Cara Menanam Sorgum dan Cara Menanam Hanjeli

Di tanah sakit, Yayan Hadian berhasil mengembangkan Sorgum, Hanjeli, termasuk Kelor dengan panen melimpah. Begini caranya.

Bagi petani di Cimenyan menanam Sorgum adalah hal yang baru. Sekalipun zaman dahulu kakek-nenek mereka mengenal Sorgum dengan istilah gandrung, tetapi nyaris tidak ada pengetahuan yang mendorong mereka untuk mengembangkan dua tanaman yang sangat berharga bagi manusia, hewan dan lingkungan ini.

Yayan Hadian, petani muda pengembang sorgum, hanjeli dan kelor secara organik.

Yayan Hadian (23 tahun), bekas kernet truk dan mantan cleaning service itu punya pengalaman yang menyenangkan. “Saya menanam sorgum, hanjeli, kelor dan beberapa tanaman jenis lain dengan cara yang alami dan hasilnya memuaskan,” katanya kepada odesa.id, Senin 11 Pebruari 2019 di pertanian Tanaman Obat Cimenyan (Taoci), pasir Impun Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan.

Menurut Yayan, keadaan tanah pertaniannya sebelumnya penuh problem akibat digunakan pertanian kimia yang merusak kesehatan tanah. Atas dasar ilmu pengetahuan dari Yayasan Odesa Indonesia, Yayan mempraktikkan setiap prosedur penyehatan tanah.

Pertama, Ia cangkul tanah dengan kedalaman minim untuk sekadar memberikan kegemburan pada lapisan atas. Mencangkul dalam pemahaman baru Yayan adalah merusak kehidupan microorganisme tanah, karena itu ia hanya menyangkul lapisan atas dengan sangat minim, sekitar 7 cm. Rumput bukan masalah utama sehingga tidak perlu dimatikan dengan kimia. Justru rumput menjadi bagian dari bahan kompos.

Kedua, di atas tanah itu ia gemburkan dengan cara lain, yaitu memasok kompos tanpa olah. Karena bahan rumput kurang (sementara petani lain menganggap rumput berlebihan dan menganggu),Yayan mencari daun-daun di sekitar kebun. Kaidahnya hanya dua, bahan aktif (cepat busuk) dan bahan stabil (lama busuk). Rumput, daun, ranting kecil, terutama batang pisang disebarkan pada tanah bagian atas. Dari situlah terjadi proses pembusukan. Daun-daun bercampur tanah dan menjadi tanah gembur hitam, mengubah dari wajah tanah sebelumnya yang coklat kemerah-merahan pucat.

Ketiga, Sorgum dan Hanjeli ditanam (biji dimasukkan langsung ke tanah seperti menanam jagung) disertai pupuk kandang. Masing-masing rumpun (berisi 3 biji sorgum/sedangkan hanjeli 2 biji) hanya diberi dua genggam pupuk kandang sapi (pupuk kambing/domba terbukti lebih bagus).

Keempat, pada masa pertumbuhan, antara 12-17 hari, Yayan menambah gizi tanaman Sorgum, hanjeli dan kelor dengan pupuk cair yang dibuatnya dari bahan limbah makanan rumah tangga yang ia berikan urine/air kencing kelinci. Porsinya 1 gelas untuk 1 tong. Dibiarkan selama 2 minggu.
Dengan cara itu, Sorgum, Hanjeli, Kelor, termasuk beberapa tanaman lain, seperti bunga matahari berkembang secara baik dan maksimal.

“Intinya kalau tanah sudah sehat, urusan pupuk mudah. Kebetulan ini musim penghujan sehingga kita efektif bekerja tanpa menyiram. Kalau musim kemarau, saya juga tidak khawatir karena dengan sistem tanah tertutup, penyiraman tidak akan terlalu merepotkan. Paling satu minggu satu kali, itupun khusus untuk kelor, sedangkan hanjeli lebih kuat tanpa air sampai 1 bulan, dan sorgum kuat tahan sampai 2 minggu tanpa siram. Sekali lagi, dengan catatan tanah tertutup sudah dipenuhi,” kata Yayan.

Menurut Yayan Hadian, tanaman sorgum putih untuk beras berusia 110 hari panen. Sedangkan Sorgum merahnya biasanya akan panen 130 hari. Sedangkan kelor yang ditanam dari biji harus ditanam di polybag terlebih dahulu, kemudian setelah usia 4-5 bulan baru dipindah ke ladang. Tujuannya supaya aman dari kerusakan. Kelor dengan sistem tanam seperti di atas hanya membutuhkan waktu 3 bulan dengan mencapai ketinggian 2 meter.

“Dengan kata lain, tanam kelor dari biji hingga mulai panen hasil lumayan, sekitar 2 ons itu kita hanya butuh waktu sekitar 6-8 bulan. Selanjutnya setiap 35 hari sekali akan panen lebih banyak.” []

Budidaya Sorgum Putih Bersama Omas Witarsa

Hanjeli mudah ditanam dan menyuburkan tanah

3 tanggapan untuk “Cara Menanam Sorgum dan Cara Menanam Hanjeli

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: