Biji Jarak Efektif Memberantas Hama. Caranya?

Setelah ujicoba tanam Sorgum dengan jumlah sedikit pada pertengahan tahun 2018, awal Bulan November 2018 lalu Odesa Indonesia menginstruksikan kepada 9 petani untuk memulai tanam Sorgum lebih massif.

Dua bulan kemudian muncul masalah hama, kutu daun mulai muncul. Sebagai insiator kegiatan pertanian Odesa Indonesia tentu memperhatikan masalah ini. Sigap dilakukan tindakan dua model. Pertama memakai pestisida kimia (ujicoba di satu petak) dan selebihnya memakai pestisida nabati cairan biji jarak dengan minyak tanah.

Yayan Hadian (23 Tahun), Petani muda asal Cisanggarung itu mengumpulkan biji jarak tua. Bijian hitam diolah menjadi cairan. Ia menumbuk biji jarak hitam yang keras itu, kemudian ia rebus selama 10 menit dicambut dengan minyak tanah dan detergen. Kemudian ia biarkan selama 24 jam. Takaran yang dipakai adalah setiap 10 gram biji jarak membutuhkan 20 liter air. Lalu dicampur dengan minyak tanah 10 sendok dan detergen 1.000 gram detergen.

Pemakaian disemprotkan pada daun, sama dengan model pestisida kimia. Hasilnya?

Satu minggu kami kembali melihat praktik dua model berbeda, menghasilkan fakta yang berbeda. Baik pestisida kimia maupun pestisida biji jarak sama-sama efektif mengusir hama yang oleh petani disebut wereng itu. Namun pada penggunaan pestisida kimia banyak daun sorgum yang terbakar, sedangkan yang memakai pestisida biji jarak hama berhasil terusir dan daun tetap segar.[]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: