Sekolah Tani Odesa: Model Baru Meningkatkan Mutu Generasi

Odesa Indonesia mendirikan sekolah pertanian berbasis praktik dan wacana pemikiran. Tujuan akhirnya adalah untuk menghasilkan kualitas manusia yang kuat dalam kewirausahaan, empati kemanusiaan dan peduli lingkungan hidup.

Manusia harus menanam tumbuhan (nabati), karena merupakan sumber utama pangan yang baik dan lebih mudah dikembangkan dan sebisa mungkin mengurangi konsumsi daging (hewani). Hewan adalah mitra kerja manusia, dan cukup dengan beragam hasil pangan pertanian manusia akan tercukupi kebutuhan hidupnya.

Tanaman harus dikembangkan, bukan untuk pangan semata. Kekeliruan terbesar manusia dengan beragam penderitaan hidup dimulai dari kesalahan berpikir bahwa kita menganggap tanaman hanya untuk pangan semata, sementara tanah, air, udara dan cahaya (terkait proses kerja alam fotosintesis) merupakan sumber hidup alam semesta, bukan semata untuk manusia.

Berpendidikan dalam pertanian bukan semata pintar menghasilkan panen, apalagi kalau disertai tindakan mengurangi atau bahkan merusak tanaman lain hanya karena alasan tidak menguntungkan secara ekonomi. Ilmu pengetahuan agroforestry/wanatani misalnya, telah menjelaskan betapa hebatnya bumi menghasilkan nilai lingkungan dan sekaligus lebih menguntungkan secara ekonomi bagi pelaku usaha tani.

Maka, pendekatan agroekologi menjadi bagian penting dalam sebuah kesadaran untuk menghasilkan manusia unggul dalam bidang pertanian. Di dalam praktik agroekologi sebagaimana yang termaktub pada 10 Elemen Agroekologi FAO misalnya, telah menjelaskan tentang pentingnya manusia mengambil peran positif di bumi, bahkan tanpa peran teknologi tinggi dan tanpa sistem yang rumit.

Dua sasaran

1). UNTUK PETANI: Sekolah Tani Odesa Indonesia mengawal hal tersebut. Para petani yang terhubung di Yayasan secara langsung mendapatkan model pendidikan melalui praktik lapangan, mendapatkan pendampingan dengan arahan-arahan ekonomi, sosial, sains, dan lingkungan hidup. Kami menghadapi masalah besar dalam kemanusiaan dan lingkungan hidup. Kemiskinan dan erosi merajalela di pinggir kota Bandung, sehingga kami harus mempersiapkan nafas panjang untuk proses perbaikan.

2) UNTUK NON PETANI: Menyadari pentingnya penyebarluasan gagasan untuk daerah di luar kerja Odesa Indonesia, kami pun harus bisa menjadi fasilitator pendidikan. Dengan kemampuan dan keadaan seadanya, kami menerima kelompok non petani, terutama generasi muda untuk belajar bersama. Menerima peserta untuk belajar dengan konsep magang; siang belajar di ladang dengan praktik kerja keras, malam belajar dengan wacana pertanian berbasis keilmuan. Ilmu dan praktik adalah setali tiga uang; tak terpisahkan. Kerja keras adalah membangun mentalitas hidup, dan kerja cerdas adalah tanggungjawab manusia berkualitas untuk menghasilkan tindakan yang konkret dalam setiap perbaikan. Bertani dalam paradigma Odesa Indonesia adalah kerja untuk meraih hidup yang berkecukupan dan mampu mencukupi banyak orang, termasuk mencukupi kebutuhan alam (ekologi).

Apa saja yang akan didapatkan dari Sekolah Tani Odesa?
1) Memahami model pertanian efektif dengan lahan terbatas.Sudah tertinggal kalau kita berpikir berapa luas lahan sebab paradigma yang tepat berangkat dari berapa jumlah tanaman dan jenis apa yang perlu dikembangkan.

2) Memahami keanekaragaman hayati. Indonesia kaya akan jenis tanaman, tetapi miskin pengetahuan tentang manfaat tanaman bagi manusia, flora dan bagi fauna itu sendiri.

3) Memahami cara meraih keuntungan tanpa merugikan alam. Manusia harus mengambil prinsip tidak boleh menjadi kaum yang merugi sekaligus tidak merugikan sesamanya dan alam semesta.

4) Memahami pentingnya solidaritas sosial dalam hidup sebagai penanam. Sebab tanpa solidaritas sosial dengan lingkungan sekitarnya mustahil terdapat keuntungan baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Karena itu setiap peserta didik harus memiliki jiwa sosial yang kuat, termasuk membangun solidaritas dengan petani miskin.

5) Memahami nilai-nilai keilmuan lebih penting ketimbang barang yang diproduksi sehingga setiap peserta didik pertanian Odesa memiliki kemampuan menghasilkan nilai lebih. Nilai keilmuan begitu luas dijabarkan, tetapi jika diefektifkan akan termaktub pada tiga bidang, yaitu ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

6) Menyadari bahwa tugas menanam, merawat dan mengolah tanaman adalah tugas kemanusiaan yang berkeutamaan karena tanpa tanaman manusia tak akan bisa hidup. Menanam berarti menyediakan oksigen, air dan energi karena itu harus ditegakkan.

7) Menyadari tanggungjawab membangun kebudayaan karena budidaya pertanian tidak lepas dari budaya. Kultur (culture) tak terpisahkan dengan agriculture. Budaya yang berkualitas hanya bisa dinilai jika masyarakat kuat dalam empat bidang, yaitu 1) Pangan, 2) Ternak/Satwa, 3) Literasi, dan 4) Teknologi. Keempat hal ini merupakan sendi penting meraih keadaban karena bangsa yang berperadaban selalu ditentukan oleh ketangguhan empat bidang tersebut.

Untuk Apa Odesa Indonesia didirikan
Bertani Karena Alasan Ideologi

9 tanggapan untuk “Sekolah Tani Odesa: Model Baru Meningkatkan Mutu Generasi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: