Peduli Lingkungan dan Gizi, Mereka Tanam Kelor

Di tengah gerimis hujan yang mengguyur, karyawan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Barat itu terjun ke ladang. Menanam “pohon kehidupan”.

Ketika banyak orang di Kota Bandung mengeluhkan guyuran hujan karena menimbulkan banjir dan kemacetan, belasan karyawan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Barat ini berpiki lain; menganggap hujan sebagai berkah alam yang harus dimanfaatkan untuk kegiatan bertanam.

Sekalipun bukan petani, mereka terjun ke ladang menanam kelor, bahkan dalam situasi gerimis melewati jalanan becek. Di ladang kawasan Cikored Desa Mekarmanik Cimenyan Kabupaten Bandung itu, pada selasa 4 Desember 2018, mereka masuk ke ladang bersama para petani, menyangkul tanah, membuka polybag dan menanam bibit-bibit kelor setinggi 40 cm.

“Kami menyempatkan kegiatan penanaman pohon kelor ini dengan tujuan untuk mendorong petani mengembangkan lebih banyak karena kelor memberi manfaat sumber pangan bagus selain juga berguna untuk penghijauan,” kata Rina Yusrina, salahsatu senior dari karyawan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jabar.

Menurut Rina, kegiatan sosial ini berlangsung dengan semangat gotong royong. Tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi memilih aktif terjun ke lapangan dengan tujuan untuk mendekatkan karyawan yang selama ini hidup di perkotaan untuk tetap mengingat dunia pertanian, sumber pangan setiap manusia.

Bersama rekan seniornya, Hari Santoso, Rina mendorong teman-temannya iuran untuk membeli bibit kelor, tanaman yang dikenal luas sebagai “pohon kehidupan” dari petani Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan (Taoci) yang selama aktif membibitkan tanaman obat dengan konsep tani pekarangan. Kemudian dibagikan kepada petani agar berkembang di ladang pertanian.

“Kami berharap penanaman ini menimbulkan dampak positif bagi penghasil gizi, kemajuan petani dan juga dampak penghijauan lingkungan,” kata Rina.-Khoiril

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: