Menyuburkan Tanah Jangka Panjang: Menutup dengan Kompos dan….

Pertanian di Indonesia rata-rata ketinggalan zaman karena tidak memainkan ilmu pengetahuan baru. Celakanya, begitu merasa tertinggal oleh modernisasi, mayoritas hanya memodernkan urusan pupuk. Memilih memainkan pestisida dan jenis-jenis penyubur tanaman lain yang sifatnya instan berbiaya mahal namun tidak menolong jangka panjang. Akibatnya biaya tinggi dalam pertanian tidak membuat petani hidup berkecukupan.

Padahal dengan keilmuan yang baru, yaitu pendekatan sistem kerja alam, pertanian akan lebih berhasil dan petani lebih hemat biaya.

Kajian di Yayasan odesa Indonesia Cimenyan Bandung bisa membuktikan itu. Dengan 2 tahun eksperimen model baru pertanian organik banyak perkembangan tanaman pangan yang lebih berhasil ketimbang model pertanian umumnya para petani. Di Kawasan Pasir Impun Atas Desa Cikadut Kabupaten Bandung, Rusmana, Yayan Hadian, Huda, Risma dan beberapa petani lain terus belajar bertani dengan pendekatan baru.

Pembaharuan yang paling utama sebagaimana dituturkan Rusmana adalah soal kesehatan tanah. Banyak tanah yang sakit akibat cuaca yang tidak menentu dan juga faktor internal karena perilaku pertanian yang tidak ramah lingkungan. Karena menyangkut kesehatan tanah, maka usaha penyembuhan tanah dilakukan.

Berbasis ilmu pengetahuan USDA yang diterapkan dari proses bimbingan Yayasan Odesa Idonesia, Rusmana dan kawan-kawan berhasil menyehatkan tanah dengan cara organik. cara ini berdampak pada kesuburan tanah jangka panjang, hemat penyiraman, dan lebih murah karena menggunakan bahan lokal di sekitarnya.

Prinsip-prinsipnya secara umum bisa dipegang sebagai berikut:

Tanah terbaik adalah tanah yang terlindungi. Harus ada tanaman penutup yang hidup. Setiap tanaman, termasuk sayuran tetap butuh penutup dari pohon besar dan menengah. Ini melawan kebanyakan paham petani umum yang berkeyakinan tanaman sayuran harus terkena full matahari.

Tanah harus tertutup oleh material organik. Rumput-rumput dan jenis-jenis tanaman lain seperti tanaman buah, bunga, dan serealia dan herbal memungkinkan dibuat kompos untuk menutupi tanah dari serangan matahari. Sangat dilarang menutup tanah dengan plastik karena itu adalah tindakan eksploitatif terhadap pertumbuhan tanaman dan hewan. Sistem pertanian berplastik selain banyak menguras biaya tinggi juga merusak ekosistem pertanian.

Selain itu harus dilakukan rotasi tanaman, terutama tanaman panen supaya produksi pertanian lebih variatif dan meningkat. Keragaman jenis tanaman adalah kebutuhan karena prinsip tanah yang sehat membutuhkan keanekaragaman hayati.

Penutup lapisan tanah pertanian dalam bentuk kompos tanpa olah ini, meliputi dua unsur pokok, yaitu bahan aktif dan bahan stabil. Rumput atau dedaunan yang mudah membusuk disebut bahan aktif mengurai microorganisme. Sedangkan dedaunan, ranting dan dahan-dahan yang susah membusuk disebut bahan stabil untuk menutupi bahan aktif agar tidak rusak oleh sinar matahari. Bahan aktif diletakkan di bawah bahan stabil.

Fungsi kerja kompos organik tersebut memang butuh pupuk, tetapi tidak perlu pupuk kimia, melainkan cukup sedikit pupuk kandang sebagai pemicu microorganisme dan nitrogen dasar.

Dengan sistem tanah terbaik adalah tanah yang tertutup/terlindungi, bukan oleh plastik, maka tanah memungkinkan bekerja memproses menjadi lebih sehat. Tanah yang selama ini terkena persoalan masalah panas, air dan gula dapat diselesaikan dengan metode di atas.

Hasilnya, tanah aman dari serangan matahari total dan menyerap manfaat matahari dengan sistem kontrol dari bahan stabil. Kedua, air yang masuk ke dalam tanah terkontrol secara baik, tidak menguap, dan bekerja memainkan proses nitrogenik yang baik. Dan persoalan gulma yang selama ini menjadi musuh petani hanya berkembang sedikit, 10-20 persen berbanding tanah yang telanjang. Penyisaan gulma tetap diperlukan karena merupakan sumber kompos yang baik, dan sebagian untuk memberi kesempatan hidup hewan-hewan kecil tetap berkembang.[]
Agar Tanah Subur. Inilah Bahan Penutupnya

Bumi Pucat Petani Melarat: Apa yang harus kita lakukan?

2 tanggapan untuk “Menyuburkan Tanah Jangka Panjang: Menutup dengan Kompos dan….

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: