Kisah Pergerakan Odesa Indonesia di Bandung

Oleh: Pungkit Wijaya.

Saya perlu mencatat hal ini sebagai bacaan kita, sisi lain yang mungkin tidak diketahui banyak orang.

Sejak pertengahan 2016, Odesa Indonesia mengambil peran pendidikan dan pendampingan ekonomi kepada masyarakat di pinggiran Kota Bandung. Di Kecamatan Cimenyan orang-orang pergerakan yang berlatarbelakang beragam seperti Jurnalis, Dosen, Penulis, Editor buku, pengusaha, hingga aktivis mahasiswa itu bergiat memberikan pelayanan.

Profile Orang-Orang Pergerakan Odesa Indonesia

Yayasan itu begitu dinamis bergiat, bukan lagi dalam hitungan bulanan, atau mingguan, melainkan mengambil peran harian. Para pengurus Yayasan bisa mengambil beragam peran, mulai dari pembibitan, penghijauan, pembangunan sarana MCK, sekolah Sabtu-Minggu atau yang disebut sekolah Samin. Dan yang rutin adalah menggalang donasi bantuan baik pakaian untuk petani pra-sejahtera, makanan bergizi untuk anak-anak petani dari keluarga miskin, hingga finansial untuk beasiswa anak-anak yang harus dihindari putus sekolahnya.

Odesa Indonesia memiliki daya tarik khusus karena kemampuannya menancapkan gerakan dengan visioner bahkan ideologis dengan praktik emansipasi di lapangan kerjanya. Hasilnya pun tergolong cepat. Pertanian kopi menyebar luas di kalangan petani dengan bekal ilmu pengetahuan dan sumbangan bibit. Di sela gerakan tanaman pangan itu, juga terjadi gerakan penghijauan. Pada tahun kedua Odesa Indonesia kemudian mencanangkan gerakan tanam kelor, disusul kemudian sorgum dan hanjeli.Semua kegiatan ekonomi pertanian juga dalam rangka menjawab problem krisis lingkungan di Kawasan Bandung Utara (KBU).

Daya Tarik Odesa Indonesia sebagai gerakan sosial menarik kalangan kelas menengah karena selama ini tidak banyak kelompok pergerakan yang mampu menyambungkan dunia pertanian dengan sastra, seni, teknologi dan amal sosial. Oleh Odesa Indonesia semuanya dibundel dalam satu paket gerakan, menjawab problem kemasyarakatan.

Gerakan kebudayaan mereka jauh melampaui pemikiran kebanyakan orang yang masih berkutat pada soal problem sosial perkotaan, atau kegiatan seni. Odesa Indonesia memainkan isu penting dengan menekankan pentingnya gerakan kebudayaan dengan pangan, ternak, literasi dan teknologi.

Mengurus pertanian, kata Faiz Manshur, ketua Yayasan Odesa adalah mengurus problem Indonesia. Dan gerakan kebudayaan berarti budidaya, menegakkan ekosistem, memasok literasi dan menerapkan teknologi yang tepat dan berguna untuk warga lapisan bawah, keluarga petani pra sejahtera (sangat miskin) yang selama ini tidak mendapatkan kesempatan mengembangkan diri karena negara tidak memperhatikan masalah-masalah mendasar tersebut.

Setiap kali ke Odesa Indonesia kita bukan saja mendapatkan pengalaman lapangan, melainkan juga bisa mendapatkan relasi yang luas dari orang-orang terkemuka. Tamu Odesa Indonesia di Kantornya, Cisanggarung maupun Sekebalingbing pasir Impun Cimenyan kebanyakan memang dari kalangan lapisan bawah dari perdesaan yang berkepentingan menima Ilmu pengetahuan.

Namun dari perkotaan selalu ada sosok-sosok penting. Saya pernah mengikuti pertemuan dengan Pak Ulil Abshar Abdalla, Cendekiawan Muslim Jakarta. Ada juga Ibu Mike Rini Sutikno, seorang ahli perencanaan keuangan. Budayawan Remy Sylado juga beberapakali ke Kantor Odesa Indonesia. Dari Anggota DPR-RI ada juga KH. Maman Imanul Haq dan KH.Jalaludin Rahmat yang beberapakali hadir karena ketertarikan dengan gerakan sipil yang dibangun Odesa Indonesia.

Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina juga mengabdi selama 3 bulan, di Odesa Indonesia. Konten video-video kegiatan yang diproduksi RCTI, INews, dan MNC juga menjelaskan persoalan lapisan bawah masyarakat Cimenyan, sebagai bagian penting persoalan nasional yang harus diurus. Odesa Indonesia mengingkatkan kita tentang pentingnya perhatian terhadap warga lapisan bawah.

Dalam pandangan saya, odesa Indonesia ini penting untuk selalu dicatat beragam kegiatannya karena sekalipun baru masuk ke tiga tahun pergerakan tetapi memiliki komitmen yang kuat dan satu persatu prestasi sosial kemasyarakatannya konkret bisa dibuktikan. Misalnya tertanganinya keluarga pra-sejahtera, berhasil meningkatkan pendidikan dengan pelayanan sekolah sabtu minggu, berhasil mengubah mindset ratusan petani untuk lebih baik dalam berekonomi sekaligus memperbaiki ekosistem dengan program agroekologinya.

Ada satu lagi yang lebih menarik, yaitu kemampuan Odesa Indonesia menarik perhatian kelas menengah terutama di Kota Bandung untuk memgambil peran sosial.Selama ini kita tahu, banyak kelas menengah di perkotaan yang kurang mahir dalam aksi sosial, melalui Odesa Indonesia, kesempatan kelas menengah mengabdikan pengetahuan dan aksi sosial dengan beragam bantuannya materinya terjembatani, tepat sasaran dan mampu memperbaiki kehidupan rumah tangga fakir miskin.

Kita tahu, banyak Yayasan yang bergiat sosial dengan target kebaikan, tapi belum tentu mampu memperbaiki keadaan. Odesa Indonesia tidak sekadar mengajak berbuat baik, melainkan mampu menunjukkan bahwa kelompok miskin dan kurang berpendidikan tersebut mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.[]Pungkit Wijaya
Untuk Apa Odesa Indonesia didirikan?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: