Hitungan Usaha Pertanian: Agar Kita Tidak Berjudi

Hitungan Bisnis Pertanian
Banyak orang berhitung usaha pertanian. Pada hitungan kertas biasanya setiap tanaman memiliki nilai yang menggiurkan. Masalahnya kita bertani bukan di atas kertas, melainkan di atas tanah.

Kemudian saat berhitung pada tanah, kenyataan memperlihatkan kerugian atau lambatnya keuntungan dibanding usaha jasa atau industri.

Sekarang kami punya perhitungan yang lebih masuk akal. Bertani di atas tanah tetapi tidak mengajak kita berjudi. Perhitungan tidak merugi di sini kami batasi pada resiko gagal panen. Adapun soal hitungan harga komoditi dan jasa untuk pengeluaran biaya produksi tidak masuk dalam pembicaraan di sini. Ini adalah langkah pemikiran untuk sebuah tindakan bagi usaha manajemen resiko menanggulangi kerugian atau meminimalkan spekulasi.

Adakah cara itu?
Ada dan sudah luas terbukti pada lahan pertanian yang sulit karena mengalami tiga atau empat musim. Sementara di kita hanya hujan dan kemarau. Maka jawaban adalah bagaimana tetap sukses usaha tani di musim kemarau dengan hasil panen yang baik?

Salahsatu kuncinya adalah pada soal model pertanian tertutup. Tanah tertutup akan menyelamatkan ekosistem pertanian karena tanah yang tertutup adalah cara praktis menyehatkan tanah. Kita menghadapi pertanian dengan tanah yang sakit, dan model penutupan tanah merupakan solusi yang harus kita galakkan, apalagi pada tanaman-tamaman rendah yang berusia pendek.

Bagaimana menutup tanah?

Kami menulisnya dalam manual-manual ringkas. Sumber ilmunya dari dua, teori-teori pertanian modern ramah lingkungan dan praktik di lapangan. -Faiz Manshur

Tulisan 1 bisa dibaca pada link berikut ini: Bumi Pucat Petani Melarat. Apa yang harus kita lakukan?
Tulisan 2 bisa dibaca pada link berikut ini: Menyehatkan Tanah: Sebuah pengalaman Lapangan
Tulisan 3 bisa dibaca pada link berikut ini:Tanah Terbaik. Terlindungi Pohon dan Tertutup Kompos
Tulisan 4 bisa dibaca pada link berikut ini: Agar Tanah Subur inilah bahan pokoknya
Dan masih akan berlanjut….

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: