Urusan Sosial Gila Model Odesa Indonesia

SHNet, BANDUNG – Perjalanan 3 tahun Yayasan Odesa Indonesia memungkinkan banyak hal untuk dikerjakan. Kegiatan Amal Sosial, pendidikan, pertanian, dan kesukarelawanan sosial tergolong sangat aktif. Sisi positifnya, memberi dampak perbaikan hidup petani miskin, dan bertimbal balik juga menyumbang pembelajaran hidup untuk warga perkotaan.

Pada mulanya, Didin Sudeni, pemilik Bengkel DS Service hanya ingin menyalurkan bantuan kegiatan sosialnya dari komunitas Blazer yang selama beberapa tahun digerakkan. Namun siapa sangka, Didin kini justru menjadi bagian penting dari kegiatan aktivitas Odesa Indonesia.

“Kalau bakti sosial kita itu sudah biasa melakukan di banyak tempat. Tapi Odesa Indonesia membuat kami gila karena bisa melakukan kegiatan kebaikan kapan saja, tak peduli jadwal khusus, tak banyak rapat dan perencanaan, dan mengutamakan aksi dan targetnya adalah menyelesaikan masalah, mengurai benang kusut kehidupan orang-orang miskin karena korban struktural,” katanya kepada SHnet , Rabu 24 Oktober 2018.

Didin yang kini jadi pendamping pertanian Odesa Indonesia untuk urusan amal sosial, bisnis dan teknologi, terutama perbengkelan bukan saja aktif, melainkan sampai menyumbang mobil modidikasi blazernya untuk menopang kegiatan sukarelawan Odesa Indonesia dalam melayani kelompok petani pra-sejahtera (golongan sangat miskin) yang bertebaran di Kawasan Bandung Utara.

“Ada kepuasan dalam kegiatan sosial. Bukan karena sekadar membantu orang kurang mampu, tapi kepuasaannya terletak dari kemajuan demi kemajuan yang dicapai. Melayani orang susah dan membuat bahagia bersama-sama. Dan yang terpenting itu, sekalipun kegiatan rutin tetapi tidak menganggu aktivitas kerja usaha kita yang utama,” paparnya.

Pendidikan Kesukarelawanan

Orang seperti Didin tidak sendirian. Ada banyak orang dari Kota Bandung, mulai dari dosen, peneliti, aktivis mahasiswa, aktivis keagamaan, dan lain menjadi bagian dari Odesa Indonesia. Sebagian menjadi pengurus karena kesediaannya untuk beraktivitas penuh, sebagian menjadi kontributor tetap karena alasan tidak memiliki waktu atau berada jauh di luar kota, sebagian lain menjadi bagian kampanye kegiatan sosial di media sosial atau media massa.

Budhiana Kartawijaya, Ketua Pembina Odesa Indonesia yang juga wartawan senior Harian Umum Pikiran Rakyat menjelaskan bahwa pendirian Odesa Ini yang utama menjadi sarana pembelajaran bersama. Antara petani yang menjadi bagian binaan dengan para sukarelawan sama-sama duduk sama rendah berdiri sama tinggi saling mengisi kekosongan.

“Petani punya pengalaman dari lapangan. Itu menarik untuk pengetahuan hidup kita yang selama ini hidup di kota. Dan posisi kita yang bukan petani juga dibutuhkan petani, mulai dari pengalaman bekerja di perusahaan, urusan teknologi, urusan keorganisasian, termasuk pemikiran-pemikiran lainnya,” paparnya.

Budhiana menambahkan, model gerakan kepedulian terhadap rakyat ini yang penting dilakukan dalam ruang keindonesiaan. Sebab menurutnya, kekuatan bangsa tidak bisa sekadar berharap dari politik struktural. Dengan kata lain, gerakan masyarakat sipil yang kreatif untuk menyelesaikan masalah hidup warga lapisan bawah harus dikuatkan, tidak sekadar beramal, melainkan beramal yang menyelesaikan masalah.

“Misalnya. Satu lingkungan yang terdiri dari belasan rumah tangga di bawah lereng bukit mengalami kemiskinan. Nah, kemiskinan itu isinya apa saja? Itu yang harus diteliti secara mendalam. Solusinya juga tidak semata di lempar bantuan lalu selesai. Kita menemukan misalnya, kemiskinan tidak bisa beranjak membaik keadaannya karena penyebabnya adalah struktural, misalnya minim air. Maka kita usahakan keluarga itu mendapatkan air. Baru tahap selanjutnya urusan ekonomi, pendidikan, wirausaha, dan lain sebagainya,” jelas wartawan yang aktif menggiatkan jurnalisme akar rumput ini.

Yayasan yang didirikan oleh para jurnalis dan dosen di Kota Bandung itu sekarang tergolong sangat aktif dalam memberikan pendidikan. Di luar pendidikan kepada petani, juga pendidikan kepada kelompok pemuda dan mahasiswa dan komunitas sosial yang menimba ilmu untuk pengabdian sosialnya. Banyak pengurus organisasi yang menimba ilmu pengetahuan tentang pangan, ternak, literasi dan teknologi di Odesa Indonesia, terutama saban sabtu sore hingga larut malam.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: