Mencari Air, Bertemu Curug

Jumat (5/10) siang kami -saya, Mas Faiz Manshur dan Kang Ujang Rusmana- menyusuri perbukitan kawasan Cimenyan, Kab. Bandung. Kukurusukan kali ini untuk memastikan lagi keberadaan sumber air, yang akan dimanfaatkan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih warga sekitarnya.

Ternyata di sebuah lembah yang terhalang pepohonan rimbun, terdapat tiga buah curug yang satu sama lain jaraknya tidak terlalu jauh. Ketiganya masih berada dalam satu aliran sungai. Curug-curug ini letaknya tersembunyi dan jarang dijamah orang.

Dari ketiganya, curug paling atas tampak lebih eksotik. Karena dinding batunya berwarna-warni seperti biru, hitam dan merah bata. Hal itu memberi efek saat sinar matahari jatuh, sehingga sekilah air terjun seperti berwarna.

Dari perjalanan siang itu terdapat dua hal yang kami diskusikan: potensi air bersih dan potensi wisata. Melihat kondisi sungai yang terus mengalirkan air meski musim kemarau, sebetulnya tidak ada alasan warga sekitar harus kekurangan air untuk kebutuhan sehari-harinya.

Maka yang dibutuhkan adalah inovasi dan kreativitas. Dengan melihat kenyataan di lapangan, tidak terlalu sulit kiranya untuk mengalirkan air ke perkampungan. Pola yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga Sentakdulang, Desa Mekarmanik, bisa diterapkan. Membuat bak penampuangan, penyediaan selang, dan membangun sarana MCK komunal.

Sementara dalam hal wisata, tiga curug itu bisa ditata dengan cara sederhana. Termasuk membuat jalan setapak untuk akses masuk. Dengan pemandangan tergolong “instagramable”, bukan tidak mungkin lokasi wisata ini akan menjadi tempat favorit kaum milenial.

Tentu saja semua itu akan terlaksana dengan baik, jika ada keterlibatan warga dengan sungguh-sungguh. Kerja keras dan kerja sama seperti itu sangat penting untuk mengubah keadaan. Apalagi ketika negara belum sempat hadir di tengah warga yang mebutuhkan. Ayo mulai…..! (Enton Supriyatna Sind. Wartawan Senior Pikiran Rakyat)

Yuk kita berbagi Donasi untuk Pertanian
Zakat untuk fakir miskin Zakat untuk Petani Fakir Miskin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: