Daun Afrika Mengatasi Diabetes dan Stroke

Ada banyak orang terkena stroke, diabetes, asam urat hingga jantung. Penyakit ini sekarang mengembang lepas dari kategori orang Kota atau orang desa. Tak juga milik orang kelas ekonomi elit atau ekonomi pailit. Medis modern melalui rumah sakit memang jalan penting yang harus ditempuh. Namun sakit seperti itu bukan seperti kecelakaan yang bisa disembuhkan dalam jangka pendek. Harus ada usaha serius dari keseharian agar orang keluar dari penyakit tersebut.

Selain pola hidup yang sehat dengan olahraga, salahsatunya yang penting adalah mengonsumsi makanan yang sehat, yaitu herbal. Khoiril Anwar, seorang pendamping kegiatan pertanian Yayasan Odesa Indonesia mengisahkan, daun afrika yang pada tahun 2016 lalu diusahakan sebagai bahan konsumsi sehat para petani kini telah menyebar pengetahuannya.

“Sejalan dengan pengalaman mereka yang sakit dan mengonsumsi Daun Afrika, sekarang Daun Hijau ini dicari banyak orang bersama dengan daun kelor yang juga kita kembangkan,” kata khoiril kepada SH.net, Jumat, 26 Oktober 2018.




Khoiril mengisahkan, Yayasan Odesa Indonesia saat mendampingi usaha pertanian menemukan banyak orang mengalami sakit berat seperti stroke, jantung, diabetes, asam urat dan lain sebagainya. Termasuk masalah kebugaran fisik para petani yang mudah sakit. Atas dasar itu ia bersama teman-temannya menggodok keilmuan agar menemukan solusi di luar medis formal.

Ada Kegiatan Amal bersama Odesa untuk Petani
Dari situlah Odesa Indonesia mendirikan Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan (Taoci), salahsatunya adalah mengusahakan banyak bibit tanaman herbal, seperti Daun Afrika, Kelor, Ciplukan, Buah Tin, Binahong, dan lain sebagainya. Daun Afrika yang memiliki rasa pahit itu menurut Khoiril telah banyak berkontribusi menyehatkan masyarakat, terutama mereka yang terkena stroke dan diabetes.

“Orang desa punya peluang untuk mengambil manfaat tanpa membeli karena bisa menanam sendiri. Daun Afrika itu bagus dikonsumsi segar atau dikeringkan dengan syarat pengolahan yang baik,” kata Khoiril.

Daun Pahit itu menurut Khoiril justru menjadi daya Tarik tersendiri karena sebagian orang merasa yakin itu merupakan jamu. Adapun mereka yang tidak suka dengan rasa pahit bisa mengonsumsi kelor. Dilihat dari Kandungan Gizinya, Daun yang sudah luas digunakan sebagai medis di negara Cina ini memang masuk akal jika memiliki kemampuan menyehatkan badan.

Hal ini bisa dilihat dari situs tersohor soal medis herbal dari Amerika Serikat, ncbi.nlm.nih.gov yang merinci kandungan gizi Daun Afrika. Protein tinggi (33,3%), lemak (10,1%), serat kasar (29,2%), abu (11,7%), mineral (Na, K, Ca, Mg, Zn & Fe ), Fitat (1015.4mg / 100g) dan tanin (0,6%), sedangkan mengandung sianida rendah (1,1 mg / kg). Mengandung Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin B1 dan Vitamin B2. [Teguh]

BACAAN LEBIH LANJUTManfaat Daun Afrika



3 tanggapan untuk “Daun Afrika Mengatasi Diabetes dan Stroke

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: