Amal Ramadan, Berbagi untuk Pembangunan MCK Cikawari

INI bukan fiksi. Ini data BPS Jabar. Empat juta keluarga di Jawa Barat masih buang air besar (BAB) sembarangan. Jika satu keluarga rata-rata empat orang, maka tidak kurang dari 16 juta warga Jabar yang tidak memiliki sarana mandi cuci kakus (MCK) yang layak.

Jangan pernah anggap remeh persoalan sanitasi. The United Nations Children’s Fund (Unicef), menyebutkan, sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk serta air minum yang tidak aman, berkontribusi terhadap 88 persen kematian anak akibat diare di seluruh dunia. Juga menghadapi masalah gizi, sehingga menghambat pencapaian potensi maksimal mereka.

Kondisi ini selanjutnya menimbulkan implikasi serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan kemampuan produktif suatu bangsa di masa yang akan datang. Di Indonesia, kematian anak usia 1 bulan hingga satu tahun disebabkan diare mencapai 31 persen, dan anak usia 1 tahun hingga 2 tahun mencapai 25%.

Untuk mengecek data sarana MCK itu di lapangan, bukan perkara rumit. Tak jauh dari pusat pemerintahan Jawa Barat, di kawasan Kecamatan Cimenyan Kab. Bandung, banyak warga desa yang rumahnya tidak memiliki sarana MCK secara patut. Tentu saja kondisi ini menjadi sumber penyakit.

Dari data kasar yang diperoleh relawan Odesa Indonesia menunjukkan, misalnya, di Pondok Buahbatu, ujung utara perbatasan hutan Arcamanik (8 km dari Lapas Sukamiskin Kota Bandung), dari 60 rumah terdapat 32 rumah dengan MCK yang sangat tidak layak untuk zaman sekarang ini. Di kawasan Cikawari bagian selatan, dibutuhkan sekurangnya 8 sarana MCK komunal.

Di Kampung Cikored bertebaran sarana MCK yang begitu buruk. Kebanyakan penduduk tidak memiliki MCK dan masih mengandalkan aliran sungai kecil. Situasi kumuh antara kandang, kolam dan rumah tangga begitu mencolok.

Dari puluhan MCK komunal yang dibutuhkan, secara bertahap Odesa Indonesia ingin membantu pengadaannya sejauh kemampuan, dengan melibatkan para dermawan. Pada bulan Ramadan ini, adalah sebaik-baiknya waktu untuk beramal sosial.

Kampung Cikawari menjadi titik prioritas untuk pembangunan MCK komunal kali ini. Berdasarkan kalkulasi, idealnya untuk membangun satu unit MCK komunal dibutuhkan dana Rp 20 juta. Dengan catatan, lahan harus sudah tersedia untuk kepentingan umum.

Bagi sahabat-sahabat yang ingin berdonasi, bisa transfer ke Rekening Yayasan Odesa-Indonesia Bank BRI No. Rek 763701000854506 A.n Yayasan Odesa Indonesia. Kode Bank BRI (002). Setiap transfer diharapkan memakai kode 202. Contoh transfer Rp 10.000.000 maka transfernya adalah Rp. 10.000.202 (Sebagai cara memudahkan admin). Komunikasi dan Konfirmasi hubungi Khoiril Anwar 085220502937.-(Enton Supriyatna)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: