Memajukan Ekonomi Petani Harus Melihat 5 Keadaan Ini

Mengurus keluarga petani, apalagi mereka yang mengalami kekurangan pangan berkualitas butuh strategi. Pertanian bukan sekadar menanam dan menjual tetapi harus mampu berdampak pada kecukupan pangan, kecukupan hidup, dan kecukupan memproses pemenuhan hajat-hajat sosial yang lebih maju.

Di sini kita harus memetakan peluang sebelum menentukan target pencapaian. Pemetaan dasar adalah melihat keadaan manusia (pola pikir dan kesehatan), aset rumah dan lahan, aset material yang mendukung/dan tidak mendukung, keadaan dan perilaku terhadap keuangan, hubungan dengan perdagangan, keadaan sosial hubungan antar tetangga dan saudaranya, termasuk keamanannya.

KEADAAN MANUSIA merupakan modal paling mendasar. Kita harus mampu melihat ketrampilan mereka (dari usia dan jenis kelamin), pengetahuan mereka, kesediaan melakoni pekerjaan, kesehatan yang menunjang dan kesediaan bekerjasama dalam rumah tangga dan tim pada sekitarnya. Pada budidaya pertanian mereka memiliki ketrampilan yang paling menonjol pada bidang apa saja? Beberapa hal yang harus dilihat kemampuan dasar misalnya. 1) Kemampuan mencangkul, 2) Merumput, 3) mengurus ternak-domba, sapi, ayam, bebek, entok, burung, dll, 4) kemampuan pertukangan kayu sederhana/mahir, kemampuan pertukangan batu, 5) kemampuan memanfaatkan pupuk, 6) kemampuan memproduksi kompos, dll.



Pemetaan item-item seperti ini bisa diperluas sampai dalam hal kemampuan penyelesaian pekerjaan, kualitas pekerjaan, kualitas perawatan terhadap apa yang telah dikerjakan dan lain sebagainya. Model penggalian potensi manusia ini tidak bisa sekedar tanya jawab, melainkan harus melibatkan fakta hasil kerja setidaknya satu dua paket pekerjaan bisa bisa dimulai dengan sistem ujicoba setahap demi setahap.

KONDISI ALAM merupakan modal utama sebagai realitas yang akan menenjukan tindakan. Jenis tanah, potensi yang sudah ada dan memiliki pengalaman menghasilkan produksi, kekosongan sumberdaya alam yang belum dimaksimalkan untuk penghasil nutrisi, dan sendi negatif kerusakan yang sudah terjadi dengan praktik sebelumnya. Kita harus jeli melihat lokasi di sekitar rumah para petani. Jika ada ruang kosong beberapa meter persegi misalnya, hal tersebut akan sangat mendukung kelangsungan usaha. Potensi-potensi lingkungan yang harus dilihat bukan semata ladang yang dimiliki, melainkan juga ladang milik orang lain yang mungkin bisa dimanfaatkan pengelolaannya. Selalu ada celah dari lingkungan pertanian, seperti air, selokan, kolam, tanaman liar, bebatuan, sampah daun/kompos, dan lain sebagainya.

KEPEMILIKAN merupakan modal fisik yang penting. Infrastruktur, alat pertanian, alat pertukangan, ponsel, televise, radio, listrik, barang-barang penyokong produksi panen dan pasca panen. Dengan melihat aset-aset tersebut kita bisa memetakan bagian mana yang sangat produktif mendukung usaha dan kurang produktif, atau bahkan memboroskan. Kepemilikan infrastruktur seperti sarana Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) juga sangat menentukan kelangsungan usaha tani. Sebab keadaan air/sanitasi sangat penting bagi kesehatan keluarga, dan bahkan sangat penting untuk modal kegiatan lain, seperti limbah air untuk pupuk/penyiraman, dan juga pentingnya ketersediaan air bersih untuk pengolahan pasca panen. Sumber air, ketersediaan secara kontinyu dan tingkat kebersihan air ini merupakan aset mendasar bagi kelangsungan usaha apapun, termasuk kelangsungan kesejahteraan hidup keluarga dan ternaknya.

PRAKTIK KEUANGAN. Kita harus mengetahui dari mana mereka mendapatkan uang, bagaimana kontinuitasnya, dan bagaimana mereka mengeluarkankan. Rumah tangga yang baik adalah yang mampu mendapatkan, mampu menampung/menabung dan mampu mengontrol pengeluaran. Kontrol bukan hanya pada saat pengeluaran karena pemborosan, melainkan juga harus dikontrol jadwal pemasukan. Prinsip: tidak akan ada perbaikan kualitas hidup jika hanya mampu menghasilkan tetapi tidak mampu mengelola.

RELASI SOSIAL adalah modal penting dalam kemajuan dan kemunduran hidup keluarga petani. Bahkan pada petani minim teknologi kebutuhan tenaga kerja manusia sangat menentukan. Sumberdaya manusia ini harus dilihat secara seksama meliputi skill dalam produksi dan juga jaringan hubungan mereka dalam rangka matapencaharian. Kebanyakan orientasinya praktis finansial harus diubah menjadi partisipatif sosial agar mereka lebih produktif dalam membangun produksi bersama dan tidak saling membebani dengan biaya uang. Barter tenaga kerja akan menghemat modal produksi dari 50 hingga 70 persen saat modal usaha pertanian.-Faiz Manshur, Ketua Odesa-Indonesia.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: