Inovasi Teknologi Pengairan Israel

Oleh Monique Rijkers, Hadassah of Indonesia

Di Karnataka, India sedang dibangun proyek irigasi terpanjang di Asia, mencapai 2150 km. Pipa-pipa irigasi akan mengairi sawah dan kebun warga guna meningkatkan produksi pertanian. Proyek lima tahun sebagaimana ditulis economictimes ini dikerjakan oleh sebuah perusahaan asal Israel.

Rupanya, India selangkah lebih maju karena mau belajar dari ahlinya. Di link berita yang lain, Israel dan India bersatu padu bekerja sama dalam proyek pertanian di Afrika. Nah, ini yang namanya alih teknologi. India bukan cuma jadi konsumen saja tetapi ikutan jadi pintar dan justru bisa jadi mentor untuk negara lainnya.




Saya tak terlalu paham pertanian sebenarnya. Saya baru tau setelah ke Israel tahun 2012 saat melihat lahan pertanian di gurun. Guide kami menceritakan sistem irigasi diatur waktunya, alias tidak asal-asalan dalam penyiraman. Baru pada Mei 2017 saya paham kalau masing-masing tanaman itu punya waktu penyiraman terbaik, jumlah air yang disiram dan bahkan yang menarik model semburan air itupun mempengaruhi kualitas panen. Itulah mengapa ada model semprotan yang memancar lurus, ada yang menyebar satu arah dan ada pula yang menyebar melebar.


Saat menengok tanah pertanian milik sebuah kibbutz ini, pohon jeruk yang ditanam dialiri air yang dibagikan lewat selang hitam seperti tampak dalam foto. Begitu pula di lahan pertanian tanaman terong, aliran air disalurkan kewat selang-selang berwarna hitam. Israel memang terkenal dalam pengembangan irigasi tetes yang sukses mengubah lahan gurun jadi kebun. Jika demikian, hal ini tentu sangat baik untuk Indonesia karena beberapa daerah kondisi area pertaniannya sering kering, curah hujan minim dan susah air bisa diatasi dengan irigasi inovatif dari Israel.

Yang saya suka, air yang digunakan adalah air daur ulang atau hasil pengolahan air limbah. Sebagai negara di kawasan Timur Tengah, tentu air bersih sangat berharga sehingga mubazir jika dipakai untuk pertanian.

Nah, kapan teknologi ini bisa diboyong ke Indonesia? Kata berita yang marak di media seperti ekspor Indonesia belum sesuai harapan atau masih ada polemik beras impor, barangkali harus dijawab dengan tindakan pertanian yang maju seperti Israel. Seandainya kita menerapkan teknologi model Israel, sebagaimana mulai diterapkan di negara-negara Asia lainnya, pertanian ladang dan perkebunan di Indonesia tentu akan semakin produktif. Dengan begitu, usaha kesejahteraan para petani bisa terwujud sebagaimana yang telah terbukti di Israel.[]


BACA Kelor di Negeri Yahweh

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: