Tani Pekarangan: Meningkatkan Ekonomi, Mengurangi Konsumsi

Meningkatkan ekonomi rumah tangga bisa dilakukan dengan pemanfatan tanah pekarangan. Selama ini banyak petani memubadzirkan lahan pekarangan yang sebenarnya cukup luas. Bahkan untuk menampung polybag antara 500 hingga 2.000 buah bisa tercapai. Sayangnya, karena pengetahuan kreatif tidak dilakukan, kebanyakan petani tidak melakukan hal itu.




Ini adalah langkah realistis karena rata-rata keluarga perdesaan sudah memiliki pengalaman bertani; tahu tentang bibit, tahu tentang komponen pupuk dan tanah, juga tahu tentang musim. Hal ini bisa menjadi modal penting dalam kegiatan. Tidak usah semua diajarkan dan tinggal praktik lapangan sambil belajar bersama mengatasi persoalan. Modal lain yang tak kalah penting bagi para petani adalah waktu luang. Bertani pekarangan tidak menyita waktu, bekerja 2-3 jam masa pembibitan sudah bisa menghasilkan banyak tanaman. Perawatan lebih optimal karena istri dan anak bisa ikut berperan dalam mengurus sehari-hari.

Butuh Bibit Kelor di Bandung? Pesan di sini

Odesa Indonesia yang melihat setiap peluang yang realitis dilakukan oleh keluarga petani di perdesaan mendorong kegiatan itu, membantu modal polybag, mensosialisasikan tanaman-tanaman domestik, dan juga mengajak gotong royong warga di beberapa kampung.

Foto di atas merupakan salahsatu sample dari kegiatan Odesa Indonesia di Cimenyan Kabupaten Bandung. Ketua RW 10 Kampung Sekebalingbing, Ayi Wahyu, menjadi bagian kolektif kerja Tani Pekarangan Cimenyan (Tapeci) Kab.Bandung, memberi contoh kepada warga untuk bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong. Ayi adalah sopir bus yang setiap pekan punya waktu di rumah beberapa hari. Hari yang kosong akan digunakan untuk kegiatan tani pekarangan.

Bersama #odesaindonesia ia mengembangkan biji kelor karena mengetahui manfaat kelor untuk pangan dan kesehatan. Indonesia tertinggal dalam budidaya kelor padahal lembaga dunia PBB sudah menganjurkan budidaya dan konsumsi kelor untuk pangan umat manusia. Di Afrika dan Amerika Latin, tanaman bernama Moringa Oliefera ini sudah terbukti mampu mengatasi gizi buruk dan menyehatkan masyarakat.




Tani pekarangan sangat penting bagi keluarga di perdesaan. Pada keluarga pra-sejahtera yang penghasilannya hanya kisaran Rp 400-600 ribu perbulan, bisa meningkat Rp 150-200 ribu perbulan. Dan yang lebih penting lagi adalah manfaat menekan konsumsi rumah tangga karena dengan beragam tanaman kebutuhan dapur relatif bisa bergantung pada hasil panen sendiri. Satu lagi manfaat lain adalah, pekarangan menjadi lebih bersih dan hijau karena setiap hari akan terurus. #odesa.id #herbal #moringa

Satu tanggapan untuk “Tani Pekarangan: Meningkatkan Ekonomi, Mengurangi Konsumsi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: