fbpx

Lomba Makan Daun Afrika HUT-RI Pasir Impun Cimenyan

Kalau kebiasaan lomba HUT-RI adalah makan kerupuk, di Pasir Impun Cimenyan Kabupaten Bandung hal itu tidak dilakukan. Gantinya adalah lomba makan Daun Afrika.




Daun Afrika merupakan nama sebuah tanaman obat yang belum banyak dibudayakan secara serius oleh masyarakat Indonesia. Kebanyakan tanaman itu ditanam lebih karena alasan mudah tumbuh. Di Kota Bandung misalnya, hamper setiap perumahan tanaman obat Daun Afrika yang dikenal sebagai obat stroke ini mudah ditemui. Namun sebagian besar masyarakat tidak mengetahui.

Tentang Manfaat Daun Afrika bisa dibaca di

Menurut Ansor Mudzakir, seorang panitia HUT RI di Pasir Impun Cimenyan itu, lomba makan Daun Afrika sebagai cara mensosialisasikan kegiatan budidaya tanaman obat Cimenyan. “Kelor, Kumis Kucing dan Daun Afrika, kami kembangkan untuk memperkuat tanaman obat di Cimenyan. Daun Afrika rasanya pahit sehingga saat perlombaan cukup menarik penonton,” kata Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Cikadut itu kepada odesa.id, di area perlombaan, Jalan Pasir Impun Atas, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu 20 Agustus 2017.




Ansor juga menjelaskan, di Cikadut kini berdiri kelompok masyarakat Pecinta Tanaman Obat bernama TAOCI, singkatan dari Tanaman Obat Cimenyan. Kelompok ini secara khusus mendorong kegiatan pembibitan tanaman obat seperti Kelor, Daun Afrika, Kumis Kucing, Lidah Buaya, Bawang, Jahe, Kunyit, dan lain sebagainya. “Cimenyan memiliki tanah yang subur dan sangat cocok untuk tanaman obat,” katanya.[]




Baca Daun Afrika dikembangkan di Cimenyan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: