Langkah Odesa Indonesia Mengatasi Kesenjangan Sosial

OLEH Ir. Didik Harjogi M.Eng *)

Kesenjangan ekonomi Indonesia masuk kawasan berbahaya. Pemerintah tidak melakukan program terobosan. Kita mesti bertindak secara konkret.

Menjelang satu tahun Odesa Indonesia bergiat di Kawasan Bandung Utara (KBU), semakin terasa begitu banyak tanggungjawab sosial para relawan yang harus dilaksanakan. Tak diduga sebelumnya, ternyata keadaan kawasan desa yang jarak tempuh kendaraan hanya butuh 30 menit dari Kota Bandung itu, terdapat kenyataan hidup warga yang mengenaskan, yaitu kemiskinan dan keterbelakangan.




Semakin hari semakin banyak juga teman-teman di perkotaan yang menaruh perhatian terhadap kegiatan Odesa Indonesia di Kawasan Bandung Utara (KBU); sebuah kawasan yang memiliki regulasi Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Odesa Indonesia kini bisa menjadi sarana penghubung antara kelas menengah perkotaan dari golongan ekonomi maju yang kemudian memberikan manfaat bagi warga desa yang tertinggal; yang hak-hak hidupnya selama ini diterlantarkan oleh negara.

Manfaat gerakan ini pun luar biasa. Banyak dari keluarga buruh tani yang penghasilan ekonominya sangat rendah (golongan miskin parah) bisa terbantu. Tetapi kami sadar bahwa tindakan-tindakan kecil ini belum seberapa dalam mengubah keadaan karena jumlah orang miskin dengan tingkat keparahan menjacapai puluhan ribu Kepala Keluarga.

Melihat kenyataan itu, Odesa Indonesia membangun pergerakan dengan meletakkan gerakan melalui pilar “membumi dalam kebersamaan”. Bidang garapan utamanya adalah pendampingan ekonomi, amal sosial kesehatan, dan pendampingan pendidikan. Setiap waktu para relawan berdiskusi dengan warga desa di kampung-kampung untuk memasok pengetahuan, mendorong basis-basis pertanian tumbuh berkembang, dan juga gerakan amal sosial/charity.




Di Indonesia kesenjangan ekonomi merupakan bahaya yang mengerikan. Sebab terdapat perbedaan mencolok antara tingkat pendapatan antara golongan atas dan golongan bawah yang mencapai 0,43. Ini mendekati problem negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara yang keadaannya sampai saat ini pelik. Misalnya di Timur Tengah tragedi ‘Arab Spring’ itu akibat rasio gini mencapai 0,45. Indonesia jelas mendekati keadaan yang seperti itu.

Kesenjangan sosial inilah persoalan yang paling mendasar, paling berat, dan ironisnya paling tidak mendapatkan perhatian pemerintah melalui program khusus. Kalaupun Presiden dan Wakil Presiden beberapakali merespon problem kesenjangan, nyatanya tak pernah berlanjut dalam bentuk solusi yang konkret. Problem kesenjangan yang demikian akut hanya direspon dalam bentuk wacana, tanpa terobosan khusus.




Ini artinya persoalan ekonomi masih bergantung pada usaha formal yang tak akan mampu menjawab gurita kemiskinan dan ketertinggalan di Indonesia. Sekarang dan di masa mendatang, masih akan banyak warga negara yang tidak mendapatkan hak hidup secara layak, masih banyak warga yang akan terjebak pada siklus hidup yang tak manusiawi.

Atas dasar dari kenyataan itulah Odesa Indonesia setahap demi setahap hendak menjawab problem dalam ruang lingkup terbatas. Satu keluarga yang paling parah kemiskinannya diurus. Satu sumberdaya manusia petani yang miskin tapi tergolong kreatif oleh Relawan Odesa Indonesia didorong untuk menemukan formula baru melalui pendampingan dengan target menjadi petani berdaya. Sekian banyak orang-orang miskin yang tak mungkin didampingi melalui kegiatan pemberdayaan seperti para janda/duda tua atau kelompok fakir (tak jelas pekerjaan dan tak jelas penghasilan), kita berikan solusi melalui Amal Sosial. Gerakan amal menggalang dana untuk bantuan pangan dan perbaikan rumah sangat penting dilakukan. Dan yang lebih penting lagi tentunya adalah solidaritas warga yang mampu untuk berkontribusi dalam hal ini.

Warga Miskin Cimenyan Butuh Jenis Amal Sebagai Berikut:

Kenyataan kemiskinan pada ribuan keluarga buruh tani di Kecamatan Cimenyan seperti ini membuka peluang bagi warga perkotaan yang memiliki kemampuan ekonomi dan memiliki kesadaran sosial untuk berbagi.

Apa yang dibutuhkan? Pada bidang Amal Sosial/Charity kebutuhannya antara lain adalah beras, minyak goreng, pakaian layak pakai, alat tulis untuk siswa, beasiswa sekolah untuk anak keluarga miskin, bakti sosial kesehatan/pengobatan, dan lain sebagainya.

Program Odesa ini ditetapkan sebagai kegiatan rutin yang bisa dilakukan kapanpun. Odesa Indoensia punya jaringan basis yang kuat di desa-desa; mengenal dan memahami warga lapisan bawah dan mengerti pula kebutuhan yang paling mendasar untuk mereka.

Cimenyan Butuh Trainer Pendamping

Selain bantuan Amal Sosial dibutuhkan banyak relawan untuk pendidikan informal; seperti trainer kursus Bahasa Inggris untuk siswa sekolah, pendampingan belajar anak-anak putus sekolah, kursus menjahit, bimbingan belajar, trainer pertanian, trainer wirausaha dan lain sebagainya. Odesa Indonesia bisa menjadi partner kegiatan Anda secara individu maupun kelembagaan agar ribuan warga marginal di Cimenyan, Cilengkrang dan Cileunyi bisa terealisasi.

Dengan cara itulah problem kesenjangan sebenarnya bisa teratasi secara konkret. Soal ruang lingkupnya terbatas itu bukan soal karena yang terpenting dalam ruang kehidupan itu adalah tindakan, bukan sekadar memperbanyak protes dan membangun wacana. Bergerak untuk perubahan melalui jalan “Membumi dalam Kebersamaan.”[]

*) Penulis Adalah. Ketua Bidang Amal Sosial Yayasan Odesa Indonesia. Dosen Elektro Politeknik Negeri Bandung.

Bandung Utara Paling Tepat untuk Ladang Amal Sosial dan CSR

Mengubah Keadaan Petani

Di Bandung Utara, Ada Kesenjangan dan Perampokan Tanah

Jurnalisme untuk Menjawab Kesenjangan Sosial

Satu tanggapan untuk “Langkah Odesa Indonesia Mengatasi Kesenjangan Sosial

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: