Ingin Bisnis Produk Pertanian, Datanglah Ke Cimenyan

BANDUNG: Jualan di internet merupakan bagian perkembangan penting bisnis di Indonesia, tak terkecuali bagi warga Kota Bandung. Setiap orang ingin melakukan hal itu, namun tidak semulus yang diharapkan.Salahsatu faktornya karena belum mampu menjawab pertanyaan tentang “apa yang akan dijual.”




Jika Anda termasuk peminat jualan produk pertanian, maka kebutuhan untuk bahan marketing harus didapatkan. Menurut Agung Prihadi,Sekretaris Yayasan Odesa Indonesia, banyak orang gagal jualan di internet karena hanya mengandalkan produksi sendiri atau bergantung pada pasokan barang dagangan.

“Kalau ingin lancar memanfaatkan barang dagangan pertanian sebenarnya warga Kota Bandung bisa menuju ke kawasan Cimenyan. Banyak desa-desa pertanian sebelah utara Kota Bandung yang hasil taninya sebagian sudah bagus tetapi hanya masuk pasar tradisional,” kata Ahli Teknologi Informasi Alumni Institut Teknologi Bandung kepada Odesa.id, Kamis, 29 Juni 2017.

Agung Prihadi yang selama ini bergiat aktif pendampingan keluarga petani bersama teman-teman Kota Bandung itu bermaksud memberikan informasi kepada warga perkotaan yang gemar marketing online untuk turun ke desa-desa, memanfaatkan hasil produk pertanian para petani.

“Organisasi Odesa Indonesia memiliki segudang data lapangan. Kelebihan dan kelemahan kami kuasai karena kami turun ke basis-basis pertanian secara langsung di lebih 27 kampung di Kecamatan Cimenyan. Kebetulan jarak dari kota hanya 5 hingga 14 Km. Ini potensial jika dikelola oleh marketing online,”katanya.




Perlu perbaikan
Menurut Agung, penting orang kota berbisnis ke desa terdekat seperti Cimenyan supaya terjadi perubahan arus perdagangan pertanian. Petani bisa menghasilkan produk pertanian. Sebagian baik, sebagian buruk. Jika ada marketing yang menghendaki kebutuhan kualitas dan kuantitas barang tertentu, menurut Agung tinggal diberikan pendampingan. Dengan akses langsung antara marketing dan produsen langsung di basis pertanian, peluang untuk perbaikan hasil dan nilai lebih bisa diarahkan.

“Hasil produk pertanian sayuran misalnya, kebanyakan amburadul karena petani hanya tahu satu jalur pemasaran, yaitu pengepul tradisional yang arah marketnya ke pasar tradisional. Kita tahu sering terjadi gelombang pasang surut soal harga. Dan banyak produk sayuran bernilai tinggi masuk dalam golongan pasar tradisional karena tidak ada edukasi, tidak ada usaha sortir dan pengemasan,”terangnya.




Agung menambahkan keterangan, jenis-jenis pertanian dari Cimenyan itu menghasilkan produk antara lain kubis/engkol, cabe, tomat, mentimun, singkong, ubi jalar, seledri, bawang putih, bawang merah, pisang, alpukat, wortel, ceisim, kopi, dan lain sebagainya. -Ina/Ari.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: