Pentingnya Pertemuan Rutin Petani

Oleh FAIZ MANSHUR. Ketua Odesa Indonesia.

Odesa Indonesia akan terus memperbanyak forum pertemuan lintas petani. Hal itu teramat penting karena menentukan kemajuan dan peningkatan kapasitas/kemampuan petani untuk lebih baik.




Pertemuan antar petani membutuhkan fasilitator yang punya semangat kebersamaan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Fasilitatornya harus memiliki semangat “membumi dalam kebersamaan” dan para petani memiliki semangat untuk memperbaiki keadaan.

“Kandungan nilai” dalam pertemuan rutin di antaranya adalah, saling berbagi pengalaman antar petani. Setiap kampung bahkan setiap individu petani memiliki perbedaan yang beragam mulai dari pengalaman personal, keadaan lingkungan budidaya, problem pasca panen, hingga problem sosial yang melingkupi kehidupan para petani.

Kedua, bernilai untuk mengatasi kekurangan dari masing-masing petani. Ada yang mahir bercocok tanam tapi tidak mahir melakukan modernisasi. Ada yang kurang mahir bercocok tanam tapi mahir berdadang. Ada yang berdagang secara tradisional tetapi buta market modern. Ada yang kesulitan pupuk sementara petani kampung lain kelebihan pupuk, dan seterusnya.

Ketiga, mengikat jaringan sosial melalui perkenalan. Antar petani beda kampung mungkin saja sudah kenal atau saling mengetahui sosoknya, namun hubungannya sebatas kenal. Dengan sering berjumpa mereka menjadi mitra dan lekat sistem persaudaraan. Jalinan yang baik menjadikan para petani juga mendapatkan berkah, bukan hanya dalam urusan ekonomi, melainkan saling membantu manakala ada persoalan dari setiap kegiatan yang dilakukan, termasuk mengatasi konflik.




Keempat, dengan seringnya pertemuan antara petani melalui fasilitator, pergaulan petani akan lebih baik. Karena itulah penting peran fasilitator dalam setiap pertemuan untuk membawa pihak-pihak lain dari kalangan berpendidikan seperti ahli hukum, perangkat desa, pejabat kabupaten, anggota DPRD, dokter, aktivis LSM, ilmuwan kampus dan peneliti. Pertemuan petani dengan lintas profesi ini bukan hanya menguntungkan petani, melainkan juga kalangan terpelajar agar lebih memahami kehidupan riil masyarakat perdesaan dari kaum tani dengan segenap problemnya dan membantu mengatasi persoalan yang mereka hadapi.

Kelima, selama ini kegiatan pertanian hanya melibatkan unsur lelaki dalam urusan perencanaan, pelaksanaan dan hasil hasil akhir. Peran perempuan masih minim karena semua hal kegiatan rumah tangga desa memang masih bergantung pada laki-laki. Namun belakangan Odesa Indonesia menemukan banyak fakta perempuan dari istri-istri pegiat pertanian sangat menentukan dalam keberhasilan suaminya melaksanakan program pembaharuan usaha ekonomi. Oleh karena itu salahsatu evaluasi kegiatan adalah adanya keharusan memainkan kaum perempuan untuk terlibat aktif. Training-training kapasitas dan melibatkan perempuan tani dalam keorganisasian menjadi bagian penting. Demikian juga dengan keterlibatan anak-anak remaja dan pemuda/pemudi juga sangat penting untuk membangun pengetahuan melalui keteladanan rembug/musyawarah/deliberasi.




Tahun 2017 ini Odesa akan memaksimalkan forum pertemuan yang sudah berjalan. Kegiatan membasis dengan model pendampingan yang rutin dilakukan setiap pekan di beberapa kampung harus dioptimalkan dengan model pertemuan-pertemuan rutin. Teman-teman di Kota Bandung atau kota lain yang ingin bergabung dalam forum ini bisa komunikasi dengan Odesa Indonesia untuk terlibat dalam kegiatan. Setiap pekan selalu ada kegiatan.
Hubungi odesaindonesia@gmail.com
Fanspage

Twitter



Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: