Polybag Sebagai Cara Menggerakkan Pertanian

Bagaimana membangkitkan minat pertanian?
Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang beragam. Tapi strategi pembagian polybag disertai pendampingan ilmu pengetahuan kepada petani merupakan salahsatu cara yang baik untuk meningkatkan penghasilan ekonomi dan menggalakkan penghijauan.




Satu tahun berkegiatan urusan pertanian di kawasan Bandung Utara, tepatnya di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, relawan odesa menemukan satu celah kecil yang penting didayagunakan untuk mendorong minat masyarakat mengurus lahan, mencintai tanaman, dan memanfaatkan waktu kosong.

Celah kecil itu adalah memanfaatkan media tanam tumbuhan bernama polybag dan pot. Polybag adalah plastik yang digunakan untuk media tanaman kecil untuk pembenihan, pembibitan. Sedangkan pot (plasti tebal) biasanya digunakan untuk penananam bunga atau tanaman obat yang diterapkan secara permanen untuk penghijauan rumah/jalan.

Odesa-Indonesia selama ini mencoba menawarkan kegiatan pertanian di kalangan ibu rumah tangga perdesaan di Kawasan Petani Cimenyan. Tujuannya agar keluarga petani atau semi petani yang memiliki lahan terbatas (pekarangan atau kebun sempit) itu bisa menanam jenis-jenis tanaman baru, terutama tanaman obat menjadi bagian sehari-hari kehidupan rumah tangga. Sebab tanaman-tanaman obat itu selain memiliki nilai komersil di perkotaan, juga sangat berguna untuk konsumsi pengobatan masyarakat.

Ada kumis kucing yang bisa dimanfaatkan untuk minuman teh karena terdapat kasiat pengobatan ginjal/saluran kencing, ada kelor yang bisa dimanfaatkan untuk sayuran sehat mengobati kolesterol dan sekian ragam penyakit, ada parijoto yang selain bunganya indah juga berguna untuk penyubur kanduan perempuan, ada binahong, yang bisa menghijaukan tembok sekaligus untuk pengobatan luka bakar, dan lain sebagainya.

Mendorong kegiatan pertanian/penghijauan dengan polybag menjadikan ibu rumah tangga bisa memiliki kegiatan. Rata-rata perempuan menganggur di desa-desa karena tidak bisa bekerja secara maksimal di lahan pertanian atau terserap ke medan pekerjaan lain. Mereka memiliki anak kecil yang harus diasuh. Mereka memiliki keterbatasan skill sehingga tidak bisa bekerja. Dan mereka juga tidak mudah membangun wirausaha dari rumahnya. Itulah mengapa dari tahun ke tahun sering kita dengar angka kemiskinan merajalela di desa-desa.




Dengan kegiatan produksi pertanian melalui usaha skala rumahan ini juga mempengaruhi perkembangan pertanian pada lahan-lahan kecil di sekitar rumah petani karena setelah tanaman membesar bisa dipindah ke area lahan pertanian.

Polybag mengefektifkan kerja ibu rumah tangga karena tanaman akan terawatt setiap hari; penyiraman dan perhatian kontrol tanaman sangat mudah dilakukan. Hanya butuh waktu 1-2 jam menyiram tanaman.

Strategi gerakan pembagian polybag untuk warga desa ini sangat strategis karena orang-orang desa akan mendapatkan manfaat. 1) Bisa menjual tanaman itu ke pedagang di kawasan Perkotaan Bandung. Bahkan tanpa perlu mereka membawanya ke kota, para pedagang kota sanggup mengambilnya. Jarak yang dekat, hanya rentang 2-15 km memungkinkan pedagang mudah mengambil barang sekalipun hanya berjumlah sedikit.

Selama ini mayoritas petani di Cimenyan tidak pernah mendapatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman obat atau tanaman hias. Akibatnya banyak pedagang tanaman obat/hias di Kota Bandung harus mengambil tanaman-tanaman dari kawasan lain seperti Parongpong, Ciwidey, Majalengka, Sukabumi, Ciamis, bahkan dari Bogor dan Cimanggis.

Di Kecamatan Cimenyan selama ini jauh dari sentuhan pemberdayaan/penyuluhan pertanian dari pemerintah sehingga pengetahuan petani tidak berkembang ke urusan-urusan yang lebih detail. Mayoritas petani hanya mau membudidayakan tanaman pangan konvensional seperti singkong, padi, pisang dan sejenisnya. Sementara tanaman obat dan tanaman hias yang biasanya juga ditanam di perumahan-perumahan, tidak berkembang secara massif di Cimenyan.

2) Keluarga petani yang selama ini sulit menaikkan penghasilan bisa mendapatkan penghasilan. Kehidupan mereka yang sebagian besar berkategori keluarga pra-sejahtera akan mendapatkan hasil dari penjualan bibit-bibit tanaman dengan sistem polybag. Dengan penyuluhan praktis dari relawan Odesa yang biasanya mengambil pengetahuan dari Pak Agus (Sindanglaya) dan Ibu Yanti (Siti Komariah) penjual tanaman hias dari Pacuan Kuda Arcamanik, ibu rumah tangga petani tidak kesulitan bekerja.

Ilmu pertanian, apalagi sekadar penanaman model polybag bukan sesuatu yang sulit. Dengan cukup modal minat, penyuluhan disertai pendampingan, transfer ilmu pengetahuan cepat menghasilkan tindakan. Persoalan pertanian sistem kecil berbasis polybag dan pot ini tidak sulit karena sebagian dari keluarga petani sudah punya modal tanah, pupuk, dan media tanam lain. Cukup dengan memberi bantuan polybag, ibu rumah tangga petani itu semangat mengurus tanah, pupuk dan mengjaukan pekarangannya.




Odesa-Indonesia yang memiliki relasi lebih 600 keluarga petani (dari terus berkembang setiap minggu) di desa-desa Cimenyan. Mereka rata-rata masuk kategori keluarga Pra-Sejahtera yang sangat membutuhkan donasi polybag.

Polybag yang dibutuhkan paling banyak adalah ukuran 15 cm (untuk ukuran tanaman 20-40 Cm), Polybag ukuran 30 (untuk tanaman ukuran 30-60 cm), dan polybag ukuran 40 (untuk tanaman ukuran 40-100 cm). Sekadar informasi umum rata-rata harga Polybag per bungkus adalah Rp 25.000-30.000. Berisi kurang lebih 55 plastik.

Dengan uang Rp 500.000 kita bisa mendapatkan polybag (Ukuran 15 Cm misalnya), mencapai 1.400 buah. Ini artinya, uang sebesar Rp 500.000 begitu besar manfaatnya bagi peningkatan penghasilan ekonomi orang desa, dan juga besar manfaatnya untuk penghijauan.

Kita siapkan trainer yang turun ke desa-desa mendampingi petani. Ilmu pengetahuan kita bagikan secara gratis, kegiatan gotong-royong antar petani digiatkan. Dan polybag merupakan salahsatu material yang memiliki nilai strategis untuk perubahan kehidupan keluarga petani.[] -Agung Prihadi. Sekretaris Odesa-Indonesia. Alumni ITB.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: