Dari Civic-Islam ke Civic-Farming

Tahun 2016 ini, Pergerakan Civic-Islam di Bandung membuat sebuah kegiatan baru dengan organisasi Odesa-Indonesia. Sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang pemberdayaan, penelitian, kajian dan kegiatan sosial kewargaan. Ide dasarnya dari tanggungjawab intelektual yang secara politik sadar akan pentingnya keberhasilan demokrasi. Sebab selama era reformasi ini demokrasi mengalami banyak hambatan. Hak-hak warga sipil masih banyak yang terlantar dan berakibat fatal bagi kesejahteraan mayoritas rakyat sehingga wajah Indonesia saat ini masih menampakkan kesenjangan.




Sadar akan hal ini, pergerakan Civic-Islam yang bermaksud mengawal republikanisme dengan mengembangkan diri pada kegiatan-kegiatan yang secara langsung membasis pada urat nadi kehidupan masyarakat. Sekup kecil dimainkan ke Kecamatan Cimenyan dengan mengambil beberapa dusun sebagai sasaran kegiatan. Di masing-masing dusun/kampung itulah dilakukan pemberdayaan. Paradigma Civic-Farming kemudian dihadirkan sebagi pilar kegiatan karena sebagian problem kemasyarakatan di perdesaan Cimenyan yang tertinggal itu sarat muatan ekonomi. Namun demikian gerakan Odesa-Indonesia tidak akan berkutat pada urusan ekonomisme semata.Pencerahan dalam ruang lingkup budaya (pola pikir, mentalitas dan nilai keadaban) akan menjadi tujuan utama.

Ada warna-warni kegiatan yang sudah dilakukan oleh Odesa-Indonesia, antara lain pemberdayaan petani kopi, kajian pemikiran dalam bentuk diskusi, pendampingan warga miskin, pembukaan jejaring lintas sektoral untuk petani, aksi kebijakan publik terkait kemiskinan, publikasi dusun-dusun pedalaman, aksi-sosial masjid dalam rangka pemberdayaan warga dan lain sebagainya.

Tentang Odesa



Huruf awal O (desa) diletakkan sebagai spirit maknawi dari empat istilah Organizing, Organizer, Organik , Orang-Desa. Para pendiri Odesa berlatar belakang dari kalangan lintas profesi yang berpikir terbuka. Falsafah pergerakan ini bersandar pada slogan “Membumi dalam Kebersamaan” yang artinya setiap kegiatan senantiasa harus mengakar pada sasaran (objek) yang dituju untuk kemudian ditransformasikan ke arah kemajuan sebagai subjek dalam gerak kebersamaan.

Di sinilah kemudian Odesa meletakkan karakter Organizing sebagai fondasi utama partisipasi dalam urusan pembangunan sumberdaya manusia yang berlandaskan kesediaan aktif menjadi Organizer (fasilitator) yang Organik, berjiwa merakyat dalam mendidikasikan diri untuk urusan O-rang/rakyat desa.

Tiga sasaran yang akan dituju dalam kegiatan Odesa bertumpu pada tiga bidang 1) pendidikan, 2) ekonomi, dan 3) kebijakan publik yang akan dikawal dengan beberapa model kegiatan; kajian, penelitian, pemberdayaan, pendampingan, amal-sosial, partisipasi publik.

Pada bidang pendidikan mencakup gerakan edukasi dengan beragam model, seperti training, workshop, penelitian, kursus, perpustakaan, spiritualitas/keagamaan, dll.

Pada bidang ekonomi akan digarap kegiatan pemberdayaan keorganisasian seperti koperasi, pendampingan, kewirausahaan, kemitraan, pemasaran, branding, dll.

Pada bidang kebijakan publik mendorong peningkatan partisipasi warga, kontrol kebijakan publik, penguatan organisasi kemasyarakatan, dll.[] Sumber civicislam.co

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: